Gubernur : Masyarakat Sumbar Harus Bisa Memanfaatkan Panas Bumi

Teknologi-235 hit

SOLOK SELATAN, binol.id --Dalam memanfaatkan sumber daya alam terutama panas bumi yang ada di Sumatera Barat, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengharapkan jajaran Pemkab Solok Selatan dan Forkopimda untuk dapat menularkan hal tersebut ke daerah-daerah lain agar dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Dikatakan Gubernur, Sumbar saat ini memiliki 17 titik panas bumi, diantaranya Solok Selatan, Pasaman dan Kabupaten Solok.

"Kalau disini (Solok Selatan) sudah sama-sama kita lihat berhasil dalam memanfaatkan sumber daya alam ini, jadi Pak Bupati dan Ketua DPRD beserta seluruh jajaran bisa menjadi duta untuk mensosialisasikan ini kepada seluruh masyarakat Sumbar," ajaknya saat memberikan sambutan pada peresmian beroperasinya komersil Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tahap I oleh PT. Supreme Energy, Muara Laboh, Senin (17/02/2020).

Selama ini dalam pengembangan panas bumi, Gubernur mengatakan masih ada masyarakat yang masih kurang setuju, bahkan ada terjadi demonstrasi, mungkin karena masyarakat yang melakukan hal tersebut belum mendapatkan informasi yang tepat atau mungkin salah.

Untuk di Kabupaten Solok kata dia, saat ini PT. Hitai masih tahap menunggu hasil perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement) dengan PLN. Sedangkan di Pasaman di kelola oleh PT. Medco Energi Internasional.

"Kita berharap, kedua potensi tersebut hasilnya bisa seperti yang di Solok Selatan ini dan untuk titik-titik yang lain akan ada datang investor segera," harapnya.

Peresmian (PLTP) tahap I Muara Laboh ini, berkapasitas 85 mega watt, dengan nilai investasi sekitar 580 juta dollar US.

"Selanjutnya, listrik akan dipasok ke jaringan listrik Sumatera milik PLN yang dapat didistribusikan ke kurang lebih 340.000 rumah tangga," kata Founder & Chairman PT Supreme Energy, Supramu Santosa.

Dikatakan Supramu, saat ini PT Supreme Energy juga dalam tahap diskusi dengan PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pengembangan Tahap II dengan kapasitas 65 MW. Pengembangan ini membutuhkan investasi 400 juta dollar US dan akan segera dimulai setelah negosiasi PPA selesai.

"PLTP Muara Laboh Tahap-I dan rencana pengembangan Tahap II, merupakan bukti komitmen yang sangat kuat dari Supreme Energy dan mitra internasional-nya terhadap pengembangan energi panas bumi di Indonesia untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai sasaran bauran energi tahun 2025. Kami sangat menghargai atas dukungan yang kuat dan terus menerus dari Pemerintah, PLN dan masyarakat Solok Selatan khususnya selama kegiatan eksplorasi dan pengembangan," ujarnya.

Persemian tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumbar, Plt. Bupati Solsel, Forkopimda Solsel serta perwakilan dari ENGIE, Sumitomo Corporation. (Rel-Hms/Melba)

Komentar

Berita Terbaru