80 Pelaku Ekonomi Kreatif Dapat Bimtek Pengembangan Usaha dari Dispar dan BPPD Sumbar

  • Cetak

PADANG, binews.id -- Komitmen Anggota DPRD Sumbar, Hidayat Ss untuk memajukan sektor ekonomi kreatif di Kota Padang dan Sumbar memang patut diacungi jempol. Ia terus mendukung pelaku ekonomi kreatif untuk dan terus berinovasi dalam menghadang dunia digital saat ini.

Kali ini dengan menggandeng Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Hidayat melakukan bimbingan teknis (Bimtek) kepada pelaku usaha ekonomi kreatif Kota Padang selama dua hari yaitu 17-18 Juni 2022. Bahkan ada 80 pelaku ekonomi kretaif yang mengikuti Bimtek yang didanai dari pokok-pokok pikiran politi Gerindra ini.

"Kita berkomitmen bagaimana pelaku usaha kreatif dan UMKM yang ada di Kota Padang dan Sumbar umumnya untuk bisa beradaptasi dalam dunia digital saat ini. Kemajuan teknologi yang sudah berlangsung harus disikapi dengan inovasi dari para pelaku ekonomi kreatif agar tak tertelan zaman," ujarnya kepada binews.id Sabtu (18/6/2022) di Trutum Hotel, Kota Padang.

Baca Juga

Dikatakan Hidayat, Bimtek yang dilakukan kali ini merupakan rangkaian Bimtek yang sebelumnya telah rutin dilakukannya. Bahkan tak hanya menggandeng Dinas Pariwisata Sumbar namun juga beberapa dinas lainnya seperti Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Kebudayaan.

Bimtek kali ini dibuka oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pemasaran Pariwisata Provinsi Sumbar, Reymond. Bimtek dengan tema "Bimbingan Teknis Pelaku Ekonomi Kreatif, sub Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif" diikuti dengan abtusias oleh peserta.

Reymond mengatakan berkomitmen untuk mendukung pemerintah Sumbar melahirkan industri -industri ekonomi kreatif yang kuat. Dikatakan Reymond kegiatan ini melibatkan 80 orang yang terdiri dari pelaku usaha ekonomi kreatif, baik kategori wisata dan kuliner.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni, yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD)mengharapkan kepada seluruh pelaku ekonomi kreatif sesuai dengan kelompok dari peserta Bimtek harus ada peningkatan.

Dengan terbentuknya kolaborasi, kata Sari Lenggogeni, membentuk kelompok -- kelompok antar usaha, sehingga terbentuk kelompok usaha dengan keunikan produknya. "Kalau semua kelompok ini terindek antar usaha mikro kecil dan menengah akan memunculkan kekuatan yang berkali-kali lipat lebih besar," katanya. (*/Mel)

Editor: BiNews

Komentar

Berita Terbaru