PT KAI MoU dengan Pemerintah Kota Sawahlunto dan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian

  • Cetak

SAWAHLUNTO, binews.id -- PT Kereta Api Indonesia (KAI), Pemerintah Kota Sawahlunto, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang rencana kerja sama penyelenggaraan perkeretaapian pada jalur kereta api antara Sawahlunto - Muaro Kalaban.

Penandatanganan kesepakatan bersama yang diselenggarakan di Balerong Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto ini diselenggarakan dalam rangka mendukung peningkatkan pelayanan dan aksesibilitas transportasi, dan ditetapkannya Kota Sawahlunto sebagai "Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto" oleh UNESCO yang diperlukan pengoperasian kembali prasarana dan sarana pada jalur kereta api antara Sawahlunto -- Muaro Kalaban.

Prosesi penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT KAI (Persero), Didiek Hartantyo, bersama Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta, dan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat, Suranto. Turut hadir pada prosesi penandatanganan kesepakatan bersama Direktur Niaga PT KAI (Persero) Dadan Rudiansyah, Vice President PT KAI Divre II Sumatera Barat, Mohamad Arie Fathurrochman, Wakil Wali Kota Sawahlunto Zohirin Sayuti, Kadishub Kota Sawahlunto, Nurwansyah.

Baca Juga

Penandatanganan kesepakatan bersama ini dimaksudkan sebagai komitmen awal dan landasan bagi para pihak untuk dapat meningkatkan potensi yang dimiliki masing - masing instansi berdasarkan kewenangan, kompetensi, program, dan kegiatan yang saling mendukung rencana terkait penyelenggaraan perkeretaapian pada jalur Kereta Api antara Sawahlunto -- Muaro Kalaban.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat mewujudkan rencana kerja sama penyelenggaraan perkeretaapian pada jalur Kereta Api antara Sawahlunto -- Muaro Kalaban untuk mendukung terkait penetapan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) yang telah ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO serta dapat meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat melalui pemulihan pariwisata domestik yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Didiek Hartantyo dalam agenda peresmian Peron Baru Stasiun Padang, Sabtu 15/1/2022 mengungkapkan, "Kita kemarin sudah tanda tangan di Sawahlunto rencana pengaktifan jalur antara Sawahlunto ke Muaro Kalaban. Harapannya dapat terwujud dalam waktu tidak terlalu lama," katanya.

Rencana pengaktifan kembali jalur tersebut setelah PT KAI menandatangani nota kesepahaman dengan Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumatera Bagian Barat dan Pemko Sawahlunto. "Ini menjadi awal rencana pengaktifan lagi jalur Sawahlunto ke Muaro Kalaban dan segera kami mulai. Bahkan jalur KA Sawahlunto ke Ombilin itu sudah menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO," ungkap Didiek Hartantyo.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Didiek Hartantyo, dalam kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama juga mengungkapkan,

"Hari ini kita akan menandai suatu kesepahaman dalam rangka untuk rencana penyelenggaraan perkeretaapian dari Sawahlunto menuju Muaro Kalaban antara tiga pihak Pemda Sawahlunto dengan BTP Sumatera Bagian Barat, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Penandatanganan kesepakatan bersama yang kita lakukan merupakan bentuk keseriusan bersama dalam rangka rencana penyelenggaraan perkeretaapian pada jalur kereta api antara Sawahlunto - Muaro Kalaban yang sekaligus sebagai salah satu program untuk mendukung Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang telah ditetapkan oleh Unesco, serta sebagai langkah strategis untuk melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat melalui pemulihan pariwisata domestik yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.

"Saya yakin dengan sinergi, kolaborasi yang harmonis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT KAI maka rencana kedepan saya berharap dapat terwujud, saya harap semoga tidak terlalu lama apa yang kita tanda tangani ini dapat segera terwujud," ungkapnya. (*/bi)

Editor: BiNews

Komentar

Berita Terbaru