Dosen Jurusan Antropologi FISIP Unand Beri Pelatihan PTK Bagi Guru di SMA Negeri 15 Padang

PADANG, binews.id - Sejumlah dosen dari jurusan Antropologi, FISIP, Universitas Andalas, memberi pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kepada guru-guru bidang IPA dan IPS di Aula Ruang Guru SMA Negeri 15, Jalan Limau Manis, Sabtu, (16/09/2021) pagi hingga siang.

Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, kelompok dosen jurusan Antropologi FISIP Unand itu terdiri dari Dr. Lucky Zamzami, M.Soc.Sc sebagai ketua pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kemudian masing-masing sebagai anggota dosen, yaitu Prof. Dr. Nursyirwan Effendi, dan Noviyhasanah, S.Sos, M.Hum dan didukung oleh 2 orang mahasiswa mahasiswa, yaitu Yahya Assalam dan Deza Tri Vionita Fahmi.

Ada pun tema kegiatan pengabdian ini adalah berupa pelatihan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru SMA sebagai upaya guru dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 20 orang guru bidang IPA dan IPS yang ada di SMA Negeri 15 Padang.

Baca Juga

Kegiatan ini dibuka oleh moderator M. Ridho Adiputra dari pihak sekolah, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua tim pengabdian oleh Dr. Lucky Zamzami, M.Soc.Sc. Dalam sambutannya, Lucky Zamzami mengucapkan terimakasih kepada Kepala Sekolah yang telah menghadirkan para guru untuk ikut dalam kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan ini berkelanjutan ke depannya. Dalam kegiatan tersebut, diharapkan guru yang mengikuti pelatihan menghasilkan output dari Penelitian Tindakan Kelas, yaitu publikasi ilmiah berupa artikel yang bisa diterbitkan di jurnal nasional/internasional.

"Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. PTK dapat diartikan sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut," jelas Lucky.

Sebagaimana yang diketahui bahwa tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah. Di samping itu juga akan meningkatkan relevansi Pendidikan, meningkatkan mutu Pendidikan dan efisiensi pengelolaan pendidikan," ungkap Lucky.

Kepala Sekolah SMA Negeri 15, Yul Ardi, S.Pd, M.M dalam kata sambutannya juga mengapresiasi kegiatan pengabdian yang diinisiasi oleh Universitas Andalas untuk memberikan pendampingan kepada guru-guru SMA Negeri 15 yang terkait dengan kegiatan Penelitian Tindakan kelas. Yul Ardi mengucapkan terimakasih atas kegiatan pengabdian yang telah dilakukan selama ini di SMA Negeri 15, karena pengabdian ini merupakan tahun ke 3 dilakukan di sekolah mereka.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan bisa dimasukkan ke dalam program sekolah setiap tahunnya, yang didampingi oleh para dosen Unand agar mutu pembelajaran semakin meningkat dan dapat mengembangkan profesi guru secara berkelanjutan yang ditujuan untuk perbaikan dan peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran atau mutu Pendidikan pada umumnya.

Kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi 2 (dua) sesi.Sesi pertama, materi yang disampaikan pertama kali adalah Noviyhasanah, S.Sos, M.Hum yang berjudul penelitian tindakan kelas: suatu refleksi dalam perbaikan kualitaspembelajaran di kelas. Noviy mengungkapkan bahwa tindakan kelas adalah upaya konkret dilakukan oleh guru untuk mengatasi masalah terkait proses belajar mengajar, meningkatkan praktek pembelajaran (metode, literatur, media pembelajaran) dan meningkatkan kemampuan profesional guru dalam proses belajar mengajar.

Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk menemukan solusi bagi masalah yang dihadapi guru dalam kelas, mendiskusikan masalah yang timbul dengan kepala sekolah atau kolega dan tindakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam kelas. Contoh topik permasalahan PTK yang dilakukan oleh guru adalah pengembangan rancangan mata pelajaran IPA/IPS, Strategi penyediaan & pemanfaatan perpustakaan, pengembangan alat instruksional, pengembangan metode evaluasi, peningkatan pendekatan baru dalam proses belajar mengajar, peningkatan kemampuan siswa belajar mandiri, membangun sikap positif terhadap proses belajar mengajar, meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar, dan mengembangkan media pembelajaran interaktif dalam proses belajar mengajar, jelas Noviy.

Sesi kedua, materi Variasi Kepribadian Siswa dan Tantangannya terhadap Penelitian Tindakan Kelas disampaikan oleh Prof. Dr. Nursyirwan Effendi. Ia menjelaskan realita sebagai tantangan, berupa kolaboratif: Siswa memiliki sikap dan kepribadian yang baik untuk diajak Kerjasama dalam kegiatan yang direncanakan oleh guru. Ignoran: Siswa enggan dan cenderung menolak terhadap kegiatan yang diberikan oleh guru, oleh karena sejumlah factor: internal dan eksternal.


Kamuflase: siswa cenderung menerima kegiatan yang diajukan oleh guru namun dalam rangka menutupi sesuatu yang sebenarnya, siswa enggan menerimanya. KecenderungannyaL leizess-faire (acuh tak acuh) Rasional: siswa memiliki perhitungan untung rugi untuk menerima atau menolak kegiatan yang ditawarkan oleh guru. Pragmatis: siswa memiliki kepentingan tertentu dengan mau menerima kegiatan yang ditawarkan oleh guru, jelas Nursyirwan Effendi. Penelitian Tindakan Kelas merupakan metode evaluasi pembelajaran yang inklusif dan sangat baik untuk kemajuan studi. PTK memiliki prosedur dan Tindakan yang baku namun tetap memperhatikan kepentingan pihak guru dan siswa. PTK tidak selalu mudah dijalankan, namun juga menghadapi berbagai tantangan, tandasnya. (*/bi)

Editor: BiNews

Komentar

Berita Terbaru