16 Wali Nagari di Kabupaten Sijunjung Resmi Dilantik, Ini Pesan Bupati

SIJUNJUNG, binews.id - Pada Rabu 7 April 2021 lalu, sebanyak 31.488 warga di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, memilih wali nagari 16 nagari (termasuk satu desa-red) di daerah itu. Puncaknya, pada Jumat (11/6/2021) ini di Balairung Lansek Manih, kantor bupati setempat, secara resmi Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S.STP, MSi melantik 16 pemimpin di 16 nagari itu.

Kepala DMPN Sijunjung, Khamsiardi, SSTP, M.Si didamping Kabid PemNag, Ayu Bony DF., SSTP, M.Si pada binews.id Jumat (11/6/2021), menyebutkan, 16 wali nagari yang dilantik itu terdapat di tujuh kecamatan berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati Sijunjung.

Wali Nagari yang dilantik itu terdapat di Kecamatan Sumpurkudus, yakni; Nagari Tanjung Bonai Aur. Kecamatan Koto VII, Nagari Tanjung dan Nagari Padang Laweh.

Baca Juga

Kecamatan Kupitan yakni, Nagari Pamuatan, Nagari Batu Manjulur dan Desa Kampung Baru. Kecamatan IV Nagari yaitu Nagari Palangki.

Kecamatan Lubuk tarok yakni, Nagari Kampung Dalam, Latang dan Silongo.

Kecamatan Tanjung Gadang yakni Nagari Sibakur. Kecamatan Kamang Baru , yakni Nagari Sungai Batuang, Nagari Padang Tarok, Tanjung Kaliang, dan Lubuk Tarantang dan Siaur.

Ke-16 Wali nagari itu telah dipilih 31.488 warga di 16 Nagari tersebut pada 99 TPS (tempat pemungutan suara) pada Rabu, 7 April 2021 lalu.

Dalam Pilwana kala itu mereka melaksanakan dengan mengikuti Prokes (Protokol Kesehatan) Covid-19. Sesuai amanat Permendagri No.72/2020 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri Nomor 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa.

Pada Jumat ini, adalah puncak dari proses Pilwana yang ditandai dengan pelantikan terhadap 16 walinagari itu. Pelantikan wali nagari itu juga sejalan dengan pelantikan TP PKK di 16 nagari yang dilakukan Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Riri Benny Dwifa.

Dalam pelantikan tersebut, selain dihadiri Wabup H.Iraddatillah, S.Pt dan Ketua GOW Ny. Dona Iraddatillah, juga dihadiri Sekdakab Zefnihan, Ketua DPRD, Para Asisten, Staf Ahli, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD terkait dan para camat terkait serta Kadis PMN Sijunjung, Khamsiardi, S.STP, M.Si.

Bupati Benny Dwifa Yuswir, dalam amanatnya, mengucapkan selamat kepada seluruh Wali Nagari/ Kepala Desa yang baru saja dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Dengan harapan dapat membawa wajah dan pemikiran yang aktual dalam mengisi pembangunan di wilayah Kabupaten Sijunjung.

Selanjutnya kami sampaikan, karena amanah dan jabatan Wali Nagari/ Kepala Desa merupakan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat, maka pada saat bertugas nanti kami berharap Saudara senantiasa melayani dan mengabdi untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami juga mengucapkan selamat kepada Ketua Tim Penggerak PKK Nagari/ Dea yang baru dilantik, semoga dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, utamanya dalam upaya pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi prodktif, maupun bidang lainnya.

Selanjutnya, kami ucapkan terima kasih kepada Forkopimda atas dukungan dan bantuan dalam pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari/ Kepala Dea serentak Tahun 2021,"ucapnya.

"Terima kasih juga kami ucapkan kepada Panitia di semua tingkatan, mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, sampai pada panitia pemilihan di tingkat Nagari, sehingga proses penyelenggaraan Pemilihan Wali Nagari/ Kepala Dea serentak se Kabupaten Sijunjung Tahun 2021 bisa berjalan dengan tertib, aman, lancar dan kondusif sampai pada pelaksanaan pelantikan hari ini," ujarnya.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Nagari, Penjabat Wali Nagari dan Penjabat Kepala Dea serta Ketua Tim Penggerak PKK Nagari/ Dea yang telah berakhir masa jabatannya, semoga segala pengabdian selama memimpin Nagari menjadi ladang ibadah dan menjadi keberkahan,"harap bupati.

Pemilihan Wali Nagari/ Kepala Desa serentak yang telah dilaksanakan di Kabupaten Sijunjung, kata bupati, merupakan amanat dari Peraturan perundang-undangan yang harus dilaksanakan dalam mewujudkan proses demokrasi di tingkat Nagari/ Desa secara efektif dan efisien. Sebagai sebuah proses demokrasi politik di tingkat Nagari/ Desa, Pemilihan Wali Nagari/ Kepala Desa harus dimaknai sebagai sebuah proses awal dalam rangka mewujudkan cita-cita pembangunan di Kabupaten Sijunjung.

"Oleh karena itu, bagi Wali Nagari/ Kepala Desa yang baru saja diIantik, bupati mengingatkan, bahwa terpilihnya Saudara sebagai Wali Nagari/ Kepala Desa pada Pemilihan Wali Nagari/ Kepala Desa serentak yang lalu, merupakan tonggak awal bagi Saudara dalam melanjutkan upaya-upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Nagari/ Desa.

"Ajak dan rangkul seluruh stakeholder yang ada di Nagari/ Desa termasuk calon-calon Iainnya yang menjadi kompetitor pada proses Pemilihan Wali Nagari/ Kepala Desa kemarin, ibarat pepatah Biduak lalu kiambang batauik," imbuh bupati".

Dijelaskan bupati, Dasar penyelenggaraan Pemerintahan Nagari/ Desa adalah Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Undang Undang tersebut merupakan salh satu komitmen besar untuk mendorong perluasan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk mensejahterakan rakyat Indonesia diperlukan pembangunan sampai ke Desa/Nagari sehingga tidak ada Iagi istilah Desa/Nagari tertinggal.

"Desa/Nagari saat ini tidak Iagi hanya sebagai objek pembangunan dari pemerintah, tetapi lebih dari itu, Desal Nagari saat ini mempunyai peran penting sebagai subjek pembangunan yang mempunyai hak dan kewenangan mengatur urusan rumah tangganya. Konsekuensi dari hal itu, Desa Nagari diberikan dana yang cukup besar untuk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat Nagari," sebut bupati

Pengelolaan Dana Desa saat ini, kata bupati, tengah menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk dari aparat penegak hukum. Oleh sebab iu saya sangat mengharapkan seluruh stakeholders Nagari/ Desa, terutama instansi terkait yang mempunyai fungsi pembinaan, pendampingan, pengawasan, atas penyelenggaraan pemerintahan Nagari/ Desa agar secara bersama-sama dan bersinergi melakukan pembinaan, mengarahkan dan mengawasi penyelenggaraan

pemerintahan Nagari/ Desa sehingga terwujud tata kelola pemerintahan Nagari/ Desa yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Disebutkan bupati, besarnya anggaran yang dikelola oleh Nagari/ Desa harus mampu dimanfaatkan sebagai stimulan bagi Pemerintah Nagari/ Desa dan warga masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan swadaya masyarakat Nagari/ Desa, yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Nagari/ Desa.

"Seorang Wali Nagari/ Kepala Desa mempunyai tugas yang besar, harus mampu membawa masyarakatnya hidup secara layak dan menggiatkan kembali budaya gotong royong yang saat ini hampir punah. Jadilah Wali Nagari/ Kepala Desa yang senantiasa mampu memegang teguh amanah dan senantiasa berkomitmen atas janji yang dituangkan dalam visi dan misi dengan mendukung program Pemerintah Kabupaten Sijunjung yang selanjutnya dituangkan di dalam RPJM Nagari/ Desa," harap bupati.

Bupati mengingatkan, wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di dunia umumnya dan di Kabupaten Sijunjung khususnya belum berakhir. Maka dari itu, jaga kesehatan diri masing-masing, ajak masyarakat Nagari/ Desa untuk selalu terapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas dengan cara memakai masker, mencuci tangan memakai sabun/hand sanitizer, serta menjaga jarak dengan orang lain (Physical distancing).

"Jaga kondusifitas dan libatkan seluruh lapisan masyarakat Nagari/ Desa dalam menjalankan tugas melalui penyelenggaraan pemerintahan Nagari/ Desa, melaksanakan pembangunan nagari/ Desa, pembinaan ke masyarakat nagari/ Desa dan pemberdayaan masyarakat nagari/ Desa, serta tidak melakukan pengangkatan dan pemberhentian perangkat nagari/ perangkat Desa dan staf nagari/ staf Desa yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," papar bupati.

Kepala DMPN Sijunjung, Khamsiardi, SSTP, M.Si didamping Kabid PemNag, Ayu Bony DF., SSTP, M.S, menyebutkan, prosesi pelantikan itu dilaksanakan secara terbatas.

Pada Pilwana tersebut, sekitar 73 persen lebih masyarakat telah menentukan pilihannya. Dari 63 Calon Wali Nagari yang bertarung pada Pilwana badunsanak yang berjalan sukses lancar dan aman itu, pada Jumat (11/6/2021) ini, 16 wali nagari terpilih resmi telah dilantik Bupati Sijunjung dengan arti proses Pilwana telah usai.

"Dengan Pertimbangan untuk mematuhi Protokol Covid dan kapasitas ruangan tempat acara yang hanya boleh diisi 50% , undangan untuk menghadiri pelantikan terpaksa harus dibatasi hanya dihadiri Wali Nagari terpilih beserta istri, Pj.Wali/Wali sebelumnya, Camat, Forkopimda, OPD terkait,"sebut Khamsiardi diamini Ayu.

"Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, Acara pelantikan Wali Nagari/Kepala Desa bisa disaksikan secara Live di Channel Youtube Diskominfo Sijunjung ," tambah Khamsiardi. (ius)

Penulis: Imel | Editor: BiNews

Komentar

Berita Terbaru