Tanpa Mengabaikan Protap Prokes, UMKM Diminta Berpikir Kreatif Gerakkan Perekonomian Dimasa Pandemi

PADANG, binews.id -- Agar Perekonomian terus bergerak dimasa pandemi Covid-19, masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diminta untuk berpikir kreatif dan dapat memanfaatkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan baik dan benar. Dan tentunya dengan menerapkan protap Protokol Kesehatan yang ketat.

Hal ini di sampaikan Direktur Pusat Pengembangan Pariwisata Unand, Sari Lenggogeni, dalam Webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (20/11).

"Kita semua harus bergerak dalam menggerakkan perekonomian. Tidak hanya menyajikan produk dan jasa, tapi Pelaku UMKM harus memberikan keunikan dalam penerapan protocol kesehatan pada usahanya," ujar Sari.

Sari mencontohkan, dalam industri kuliner, keunikannya bisa diterapkan pada pemakaian masker, jaga jarak dan memberikan pembatas pada tiap konsumen di restoran atau rumah makan dan kafe-kafe.Dengan begitu costumer bisa merasakan aman dan nyaman mengkonsumsi produk kuliner yang ada disana.

Disamping itu, pemulihan perkemonomian di masa pandemic ini, potensi untuk bisnis baru sangat terbuka, tergantung kreativitas masyarakat. Saat ini, katanya, tidak hanya berpatokan pada satu bisnis saja, tetapi juga harus memikirkan bisnis lain untuk bisa bertahan.

"Secara teorinya, investasi tidak hanya dilakukan pada satu tempat. Seperti, kawan-kawan di sektor pariwisata, yang sebelumnya hanya sebagai operator, saat PSBB lalu beralih ke bisnis alat kesehatan. Karena permintaannya meningkat saat itu, seperti masker, baju hazmat dan alat pelindung diri lainnya. Artinya, dibutuhkan kejelian kita melihat permintaan terhadap barang dan jasa tersebut saat pandemi ini," ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, saat ini pemerintah pusat dan daerah sangat serius dalam penanganan persoalan pandemic Covid-19.

"Yang terpenting tu saat ini adalah penanganan pasca pandemi. program PEN ini upaya pemerintah menggerakkan kembali roda perekonomian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selama ini walau di tengah pandemi, kita semua butuh hidup dan bekerja untuk melanjutkan kehidupan. Tetaplah berakstifiatas tapi ingat bahwa Covid-19 ada disamping kita, " sebutnya.

Dikatakannya, banyak stimulus yang digelontorkan pemerintah agar ekonomi bergerak. Mulai dari perlindungan sosial dalam bentuk pemberian bantuan langsung tunai (BLT) yang juga telah diserahkan Pemprov Sumbar kepada masyarakat, lalu restrukturisasi kredit bagi usaha-usaha yang terdampak serta stimulus perpajakan dan lainnya.

"Pemerintah berupaya membuka semua simpul perekonomian. UMKM harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Suka tak suka semua telah berubah. Namun, harus tetap jaga protokol kesehatan," pungkasnya.

Jasman mengajak masyarakat dan dunia usaha juga proaktif untuk bertanya kepada instansi terkait. "Misalnya, tukang pijat, sopir angkot yang belum masuk program itu," imbuhnya.

"Kita semua harus saling mengingatkan, bantu mengatasi pandemi agar ekonomi bergerak. bersama-sama mengawasi jalannya roda usaha dengan penerapan protokol kesehatan," imbaunya.

Jasman mencontohkan pengalamannya ketika makan di salah satu rumah makan yang karyawannya tidak memakai masker. "saya beri dia masker dan ingatkan pemiliknya. Jadi, mari kita saling mengingatkan, saling bantu dalam melaksanakan protokol kesehatan ini termasuk teman-teman media," pungkasnya. (mel)

Penulis: Imel | Editor: BiNews

Komentar

Berita Terbaru