BNPB Kenalkan PetaBencana.id, Metode Berbagi Informasi 'Real Time' Melalui Media Sosial

JAKARTA, binews.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan berbagai pendekatan untuk mendapatkan informasi terkait kebencanaan. Salah satunya dengan PetaBencana.id yang terus dikembangkan oleh Yayasan Peta Bencana.

PetaBencana.id menyediakan metode baru dalam berbagi informasi real-time antar warga, responder bencana dan institusi pemerintah ketika situasi darurat. Warga dapat berpartisipasi dalam memberikan informasi real-time kepada masyarakat dengan cara pengiriman laporan bencana secara anonim melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat. Selanjutnya informasi yang terverifikasi akan tersaji pada platform PetaBencana.id.

Laporan terjadi pada platform PetaBencana.id berbentuk peta berbasis situs, langsung, gratis, dan dapat diakses oleh siapapun sehingga setiap individu dapat memahami situasi darurat dan menyikapinya untuk upaya keselamatan.

PetaBencana.id mentransformasikan aplikasi media sosial menjadi sumber data darurat dan sistem dalam berbagai informasi kepada masyarakat. Di sisi lain, institusi pemerintah seperti BNPB dan BPBD juga dapat memonitor platform tersebut sehingga dapat membuat langkah penanganan darurat seperti, penilaian akan situasi darurat dan kebutuhan warga atau pemutakhiran peta untuk peringatan dini.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, Bambang Surya Putra, mengatakan, PetaBencana.id sangat membantu timnya dalam memonitor kejadian bencana. "PetaBencana.id juga membantu dalam memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kejadian bencana kepada seluruh warga," ucapnya di Graha BNPB, pada Jumat (23/10/2020).

Sementara itu, perwakilan USAID pada Biro Dukungan Kemanusiaan, Harlan Hale, mengatakan, informasi adalah sumber daya terpenting di saat bencana. Pihaknya mendukung program pengembangan PetaBencana.id sebagai bagian dari program InAWARE yang melibatkan Pacific Disaster Centre.

Akses untuk informasi yang relevan sangat penting dalam memungkinkan warga dan institusi darurat membuat keputusan dalam upaya respon dan keselamatan. Dengan tantangan selama pandemi Covid-19, berbagi informasi sekarang menjadi lebih kritikal dalam mendukung koordinasi antara institusi manajemen darurat, publik, sektor swasta, dan responder pertama.

Pertama kali diluncurkan di Jakarta 2013 sebagai peta banjir real-time, PetaBencana.id telah digunakan oleh jutaan warga untuk membuat keputusan di masa kritis tentang keselamatan dan navigasi dalam kejadian banjir. Platform ini juga telah diadopsi oleh BNPB untuk memonitor kejadian banjir, mempercepat waktu respon, dan memberikan informasi darurat yang kritikal kepada warga.

Di samping itu, PetaBencana.id memungkinkan warga dan pemerintah berbagi informasi, mengkoordinasikan data. Implementasi platform yang telah dikembangkan untuk beberapa jenis bencana telah membuktikan bahwa pengumpulan data berbasis masyarakat dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko bencana dan membantu upaya penyelamatan.

Sekarang, siapapun di Indonesia bisa mengirim laporan bencana banjir, angin kencang, gempa bumi, gunung api, kebakaran hutan, kabut asap dengan tweet @petabencana, mengirim pesan Facebook @petabencana, atau pesan Telegram ke @bencanabot.

Membumikan pemanfaatan PetaBencana.id pada publik, Yayasan Peta Bencana memberikan pelatihan gratis untuk pelaporan informasi bencana berbasis masyarakat. Organisasi yang ingin dilatih dapat mendaftar di bit.ly/PB-pelatihan.PetaBencana.id menjadi pionir dalam menyediakan warga dan pemerintah sistem informasi dua arah untuk berkoordinasi secara real-time. (*)

Bnpb.go.id/binews.id

Penulis: Imel | Editor: BiNews

Komentar

Berita Terbaru