Pemprov Sumbar Siapkan Asrama Haji jadi Tempat Isolasi dan Tambah 68 Tempat Tidur di M Djamil

Kesehatan-15 hit

PADANG, binews.id -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) memanfaatkan Asrama Haji Padang sebagai tambahan tempat isolasi atau karantina pasien Covid-19, dan melakukan penambahan tempat tidur di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif Covid-19.

Menyikapi peningkatan kasus yang signifikan sejak September dan Oktober ini, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (IP) memastikan bahwa salah satu penyebab utama makin tingginya kasus positif adalah ketidaktaatan warga dalam melaksanakan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak fisik.

"Sampai kini memang masih naik turun, tapi kita di Sumbar, testing (pengecekan) dan tracking (pelacakan) masih bagus. Namun, dengan makin banyaknya kasus, maka isu sekarang adalah potensi keterbatasan sarana di rumah sakit untuk memberikan perawatan," kata Gubernur saat memantau kesiapan pembukaan 68 tempat tidur baru khusus penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga

Irwan Prayitno menyebutkan, sejauh ini untuk menyikapi penambahan pasien, Pemprov Sumbar telah memastikan tersedianya Asrama Haji untuk lokasi karantina pasien bergejala ringan, yang bisa menampung setidaknya 200 lebih pasien Covid-19. Selain itu, di kota/kabupaten hingga ke nagari-nagari, juga telah disiapkan banyak sarana isolasi atau karantina pasien positif.

"Ada salah satu perusahaan negara yang sehari ini 77 positif di sana. Mereka inisiatif bentuk sarana karantina sendiri. Karena memang kalau andalkan sarana pemerintah saja, tidak akan cukup," kata IP lagi.

Selain itu, terkait kesiapan Rumah Sakit (RS) di Sumbar untuk memberikan perawatan terhadap jumlah pasien yang terus bertambah, IP menjelaskan bahwa RSUP Dr. M. Djamil tengah mempersiapkan 68 tempat tidur (TT) ICU tambahan untuk memberikan penanganan pada pasien dengan kondisi berat.

"M. Djamil kita harapkan mengutamakan pasien yang berat. Selain itu RS Achmad Mochtar Bukittinggi juga tengah mempersiapkan tambahan. Target kita mengurangi kematian dan meningkatkan kesembuhan," kata IP lagi.

Direktur Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang Yusirwan Yusuf menyebutkan, keputusan melakukan penambahan tempat tidur ICU di rumah sakit tersebut memang tak terlepas dari makin tingginya kasus positif di Sumbar. Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta rumah sakit untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan.

"Kami di rumah sakit menangkap perintah Presiden ini lebih spesifik. Kalau soal menurunkan angka kematian dan menaikkan angka kesembuhan, bukan spesifik ke kepala daerah lagi ini, tapi kepada rumah sakit agar memberikan pelayanan yang optimal terhadap pasien positif Covid-19," kata Yusirwan, didampingi Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dovy Djanas.

RSUP Djamil menyadari, sambung Yusirwan, bahwa kemampuan rumah sakit di daerah tak merata dalam memberikan penanganan bagi pasien dengan kondisi berat. Terkadang, ketersediaan alat menjadi masalah. Namun kadang, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang tak mencukupi.

Sebelumnya, RSUP Dr. M. Djamil sendiri memiliki total 36 tempat tidur ICU. Namun, dengan peningkatan jumlah pasien berstatus kondisi berat yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, rumah sakit tersebut mengambil langkah segera menyiapkan 68 tempat tidur khusus untuk intensif atau ICU.

"Jika dibandingkan dengan periode awal pada Maret hingga awal Juli 2020, pasien berat itu meningkat 200 sampai 300 persen. Sebelumnya di periode awal, ICU kita tidak pernah penuh. Sekarang muatan 3 tempat tidur per ruangan itu sudah diisi 5 tempat tidur. Jadi ada yang kita ambil alat-alat dari ruang lain, dikirim ke ICU," katanya lagi.

Untuk saat ini, RSUP Dr. M. Djamil tengah merawat 80 pasien. Namun, khusus untuk pasien bergejala berat yang dirawat secara intensif, saat ini berjumlah 12 orang pasien dewasa dan 6 pasien bayi. "Total ada 18 pasien di ICU, tapi yang di HCU itu ada 80 orang seluruhnya," kata Yusirwan.

Dia menuturkan 68 tempat tidur tersebut akan diusahakan beroperasi dalam 10 hari ke depan. Ruang khusus tersebut juga dilengkapi dengan tenaga kesehatan yang memadai serta dilengkapi CCTV agar bisa dimonitor oleh seluruh dokter spesialis. (*)

Penulis: Imel | Editor: BiNews

Komentar

Berita Terbaru