Dharmasraya, binews.id -- Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, meninjau progres pembangunan jembatan gantung Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Selasa (10/09/2024).
Sutan Riska dalam kesempatan itu didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Andar atmaja, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Misbahul Khair dan Wali Nagari Siguntur, Hamdan.
Kedatangan Sutan Riska di lokasi pembangunan jembatan gantung yang membentang sepanjang 150 meter di atas Sungai Batanghari itu dalam rangka monitoring dan evaluasi dan memastikan pekerjaan proyek berjalan sebagaimana mestinya.
Baca Juga
- Pemkab Solok Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2026, Fokus pada Sektor Unggulan dan Efisiensi Anggaran
- Wakil Bupati Solok Jon Firman Pandu Kunjungi Nagari Koto Sani, Serap Aspirasi Masyarakat
- Sutan Riska Pamit kepada Jajaran Polres Dharmasraya, Apresiasi Sinergitas Selama ini
- Sembilan Tahun jadi Bupati, Sutan Riska: Saya Manusia Biasa, Tidak Bisa Memuaskan Semua Pihak !
- Sutan Riska Tuanku Kerajaan Resmikan Kantor Wali Nagari Dalam HUT ke-15 Nagari Sungai Duo
"Kita harus menjaga betul kepercayaan pemerintah pusat kepada kita, dimana setiap proyek harus kita pastikan berjalan sebagaimana mestinya dan sesuai perencanaan," ungkap Bupati dua periode itu.
Kepada pelaksana proyek, PT. Fatma Nusa Mulia, Sutan Riska mewanti-wanti agar pembangun jembatan yang akan menghubungkan pusat nagari Siguntur dan Kecamatan Sitiung dengan jorong Sungai Lansek dan Jorong Siluluak itu untuk memperhatikan kualitas dan kuantitas pembangunannya.
"Jembatan ini akan dipakai lama oleh warga. Jembatan ini juga akan menjadi urat nadi perekonomian. Jadi jangan sampai pekerjaannya asal jadi, nanti warga kami yang akan rugi," lanjutnya.
Menurut Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Andar Atmaja sampaikan pekerjaan fisik proyek sudah mencapai 40 persen dan sesuai dengan perencanaan pada bulan ini.
Dijelaskan, dalam perjalanannya kontraktor sempat menemui kendala dimana saat penggalian terdapat batu-batu besar dan keras sehingga sempat mengganggu pembangunan pondasi jembatan.
Selain itu katanya, hujan lebat yang sempat melanda Kabupaten Dharmasraya pada awal pembangunan, menyebabkan debit air sungai meningkat cukup mengganggu pekerjaan proyek senilai Rp21,7 M itu.
"Namun demikian pihak kontraktor optimis pekerjaan akan mampu diselesaikan tepat waktu, yakni pada akhir tahun ini," tukasnya. (bi/San).
Komentar