Gubernur Mahyeldi Hilir-Mudik Meninjau Lokasi Terdampak Bencana di Sejumlah Kabupaten/Kota di Sumbar

Peristiwa-166 hit

TANAH DATAR, binews.id —Sehari menjelang Lebaran 1445 H, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, meninjau beberapa lokasi terdampak bencana di sejumlah kabupaten/kota, Selasa (09/04/2024).

Selain mengkoordinasikan langkah-langkah tanggap darurat, Gubernur terus mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Lokasi pertama yang dikunjungi Gubernur adalah kondisi jembatan penghubung di Tanjung, Kelurahan Ganting menuju RSUD Kota Padang Panjang yang putus akibat luapan sungai saat curah hujan tinggi pada Senin 8 April 2024. Didampingi Pj Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra beserta jajaran terkait, Gubernur menekankan perbaikan jangka pendek harus segera dilakukan.

Baca Juga

"Jembatan ini adalah akses menuju rumah sakit bagi masyarakat, sehingga perbaikan jangka pendek harus disegerakan. Pemprov Sumbar melalui Dinas BMCKTR tengah mengupayakan solusi jangka pendek sehingga jalur jalan dan jembatan ini kembali bisa dilalui sesegera mungkin," ucap Gubernur di sela peninjauan.

Gubernur juga meminta masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi. Terutama sekali bagi pengendara jalan yang jumlahnya bertambah karena sudah memasuki momentum Lebaran Idul Fithri. Selain itu, aparatur terkait juga diminta bersiaga menyikapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Bergerak dari Padang Panjang, Gubernur menyusuri sejumlah titik lokasi terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, hingga Kota Bukittinggi. Hal ini juga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Marapi yang masih terus terjadi, dan sempat menyebabkan banjir lahar dingin di sejumlah daerah.

Didampingi Bupati Tanah Datar, Eka Putra beserta jajaran, Gubernur Mahyeldi mengkoordinasikan langkah-langkah penanganan pascabencana yang perlu diambil segera, terutama sekali dalam menyikapi banyaknya lahan pertanian dan fasilitas umum yang rusak akibat banjir lahar dingin serta longsor yang terjadi.

"Sampai saat ini, curah hujan masih cukup tinggi dan erupsi Marapi belum berhenti. Kita menyadari bahwa momentum Lebaran semestinya bisa dinikmati dengan senyaman mungkin, akan tetapi mengingat berbagai kondisi yang terjadi saat ini, kita berharap agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan," ucap Gubernur lagi.

Pemprov Sumbar, sambung Gubernur, bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dan jajaran Forkopimda, telah membentuk ratusan posko pengamanan terpadu untuk merespons berbagai kemungkinan kebencanaan yang dapat terjadi. Oleh karena itu, dukungan masyarakat dalam bentuk kewaspadaan sangat diperlukan.

"Kita terus berkoordinasi dan memantau perkembangan di lapangan. Semoga keadaan ke depan semakin membaik sehingga suasana Lebaran kita dapat lebih nyaman, terutama sekali bagi masyarakat kita yang bermukim di daerah rawan," tutup Gubernur.

Turut mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Erasukma Munaf; Kepala Dinkes Sumbar, Lila Yanwar; Kepala Dishub Sumbar, Dedy Diantolani; Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Mursalim; serta unsur Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota. (bi/adpsb/isq)

Komentar

Berita Terbaru