Team Riset Tsunami Mitigation Culture UNP Lakukan Riset Mitigasi Tsunami Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Siberut Utara

  • Cetak

MENTAWAI, binews.id -- Tiga mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) telah memulai sebuah perjalanan yang penuh dedikasi untuk menjaga tradisi dan menyelamatkan nyawa.

Tim Tsunami Mitigation Culture UNP terdiri dari Jefri Nando, Dinda Dewi Safitri, dan Aynul Fitri, telah memulai riset mitigasi tsunami yang berfokus pada kearifan lokal di Kecamatan Siberut Utara.

Misi mereka adalah memanfaatkan pengetahuan dan budaya lokal Mentawai dalam rangka melindungi masyarakat setempat dari ancaman tsunami yang selalu mengintai pulau ini. Di tengah indahnya Mentawai, risiko tsunami adalah realitas yang selalu menghantui, dan inilah yang membuat riset ini sangat relevan.

Baca Juga

Tim ini tidak hanya sekadar mengumpulkan data ilmiah, tetapi juga mendekatkan diri dengan masyarakat lokal untuk memahami kebijaksanaan turun-temurun yang telah diterapkan oleh penduduk asli Mentawai selama berabad-abad yaitu kearifan lokal masyarakat Mentawai yang bersifat kultural layaknya sebagai Early Warning System (Sistem Peringatan Dini) yaitu salah satunya dalam kearifan lokal lagu "Teteu Amusiat Loga" yang berarti gempa akan datang, tupai sudah menjerit. Mereka belajar tentang sistem peringatan alami, rute evakuasi tradisional, dan cara-cara lain yang telah terbukti efektif dalam melindungi warga setempat.

Ketua tim, Jefri Nando, menjelaskan, "Kami percaya bahwa penggabungan kearifan lokal dalam upaya mitigasi tsunami adalah kunci untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Kami ingin menghormati budaya dan tradisi mereka, sambil meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami."

Riset ini melibatkan kolaborasi erat antara mahasiswa UNP dan masyarakat Siberut Utara, yang sangat merespons positif upaya ini. Masyarakat lokal berbagi cerita dan pengetahuan mereka dengan tim riset, yang selanjutnya membantu dalam merancang solusi yang sesuai dengan kondisi dan nilai-nilai lokal.

Proyek ini menghasilkan Informasi mengenai kawasan yang berpotensi terkena tsunami, Informasi mengenai penentuan titik evakuasi dalam upaya mitigasi bencana tsunami dan Informasi mengenai jalur evakuasi tsunami terdekat di Kecamatan Siberut Utara.

Seiring dengan penelitian mereka yang berkelanjutan, harapan tim ini adalah bahwa konsep kearifan lokal dalam mitigasi tsunami akan menjadi sebuah contoh inspiratif bagi wilayah lain yang juga menghadapi ancaman serupa. Dengan menjaga tradisi mereka sendiri, mereka tidak hanya menyelamatkan warisan budaya, tetapi juga menyelamatkan nyawa. (bi/rel)

Editor: BiNews

Komentar

Berita Terbaru