Pj Bupati Kepulauan Mentawai Fernando J Simanjuntak Lantik 124 Pejabat Fungsional dan Guru PPPK

  • Cetak

MENTAWAI, binews.id -- Pemerintah kabupaten Kepulauan Mentawai melakukan pelantikan tenaga fungsional sebanyak 124 dan tenaga PPPK guru di Aula Bappeda Mentawai, Senin (24/7/2023).

Pj Bupati Mentawai, Fernandi J Simanjuntak, mengatakan, pelantikan ini merupakan salah satu ungkapan syukur bahwa sudah sah menjadi sebagai PPPK dan fungsional tertentu di lingkungan Pemkab Mentawai.

Pj Bupati Mentawai menyebut, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 6, pegawai pemerintah itu cuma dua statusnya yaitu ASN dan PPPK. Kemudian diterjemahkan kembali turunannya menjadi peraturan nomor 49 tahun 2018, dari aturan inilah mulai proses pengangkatan PPPK yang dilakukan di seluruh Indonesia.

Baca Juga

"Perlu disyukuri karena Kita beruntung, kalau saya melihat di seluruh daerah bahwa yang prioritas itu, Guru dan Kesehatan, sehingga status sebelumnya honorer hijrah menjadi PPPK. Nah, ini jangan dianggap auto pilot, karena buktinya ada beberapa juga yang tidak lulus,Tahun 2023 ini, kata dia kuota Mentawai penerimaan PPPK ada sebanyak 334 formasi guru dan 501 formasi kesehatan, nah ini sangat cukup banyak dan yang sudah bergabung bisa lolos nanti," ujarnya.

Lanjut ia mengatakan, bagi pegawai kontrak yang sudah mengabdi sekian lama juga tidak secara otomatis menjadi PPPK, karena ada standar mutu seperti apa PPPK yang akan diangkat, pasalnya ada syarat dan ketentuannya, makanya tidak bisa formasi ini dipenuhi seluruhnya.

"PPPK guru tentu harus patut mengucap syukur, karena posisinya sudah berhasil diraih dan beradaptasilah dengan tugas dan fungsinya," sebut Fernando.

Terkait dengan kesejahteraan PPPK juga sudah ada tunjangan termasuk sosialisasi Taspen artinya fasilitas bagi PPPK ini sudah cukup baik, hanya tinggal bagaimana mengejawantahkan tugas dan fungsi sebagai guru yang sebenar-benarnya.

Maka dari itu, siapkan mereka, jangan sampai saat menghadapi indonesia emas anak-anak tidak mampu bersaing, karena perubahan dinamika sangat luar biasa dan arus informasi hampir tidak bisa kita bendung Maka hal ini kita dituntut untuk lebih cerdas lagi dan lebih inovatif mengantisipasi dampak negatif kepada anak-anak. (jay)

Editor: BiNews

Komentar

Berita Terbaru