PUPR : Tak Ada Anggaran Besar Perbaikan Jalan Tahun Ini

PADANG, binews.id --- Untuk mengetahui capaian kinerja mitra kerjanya pada 2019, Komisi IV Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Sumbar, Selasa (12/5) melaksanakan hearing dengan salah satu mitranya Dinas PUPR di ruangan gedung baru DPRD Sumbar .

Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar Mesra selaku pimpinan rapat mengatakan, Kita melakunan pembahasan Pansus LKPj kepala daerah Sumbar 2019. Terkait penganggaran kita sudah tepat mengikuti arahan pusat melakukan realokasi anggaran untuk menghadapi pandemi ini.

Kepada anggota komisi IV Kepala Dinasti Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumatera Barat Fathol Bari menyatakan, tidak ada perbaikan jalan yang menggunakan dana besar di daerah Sumbar dalamb tahun 2020 ini.Karena,anggaran yang ada hanya untuk kegiatan rutin saja.

Baca Juga

"Yang bisa kita lakukan tahun ini adalah penambalan jalan, perbaikan saluran dan lainnya," kata Fathol.

Ia mengatakan hal ini terjadi akibat realokasi APBD Sumbar 2020 untuk penanganan pandemi COVID-19 sehingga beberapa perencanaan perbaikan jalan tidak dapat dilaksanakan. Program yang dapat dikerjakan saat ini adalah penuntasan pengerjaan Main Stadium dan jalan menuju stadion tersebut yang sudah ditenderkan.

Selain itu, pembangunan jembatan Lolong di belakang Hotel Pangeran Beach. Menurut Fathol, apabila pandemi ini berakhir jembatan itu sudah dapat dirampungkan.

"Butuh waktu sekitar tiga hingga lima hari pengerjaan untuk menuntaskan jembatan tersebut," jelas Fathol.

Sementara, beberapa ruas jalan di Sumatera Barat juga mengalami kerusakan seperti tiga ruas jalan di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat seperti, jalan di Tapus, kemudian jalan yang menghubungkan Talu dengan Lubuk Sikaping dan Teluk Tapang di Pasaman Barat.

Menurut Fathol, untuk ruas jalan Teluk Tapang akan dikerjakan dengan APBN karena berhubungan dengan Pelabuhan Teluk Tapang."Tugas kita ada dua ruas jalan lagi di sana," jelasnya.

Kemudian di Sawahlunto juga mengalami kerusakan dan pihaknya belum dapat melakukan perbaikan.Selain itu,juga ada pekerjaan yang terbengkalai hampir 10 tahun yakni pengerjaan Jembatan Kuranji,karena,jembatan itu butuh anggaran Rp7 miliar lagi untuk penyelesaiannya," jelas Fathol.

Dijelaskan Fathol, capaian tugas PUPR Sumbar sudah mencapai 73 persen dari target RPJMD yakni 75 persen namun karena adanya COVID-19 membuat pelaksanaan tugas tidak dapat dilakukan pada tahun ini.

"Kalau tidak ada pekerjaan tentu akan mempengaruhi capaian kinerja kita di RPJMD," kata Fathol kepada anggota komisi IV yang hadir. (Dewi)

Editor:

Komentar

Berita Terbaru