Keluarga Benteng Terkuat Hadapi Pandemi

321 hit
Keluarga Benteng Terkuat Hadapi Pandemi

Oleh : Nevi Zuairina

Anggota DPR RI Komisi VI

Hampir satu setengah tahun sejak pertama kali pandemi Covid-19 melanda dunia dan juga Indonesia tentu saja hal itu membawa dampak yang sangat buruk pada semua elemen masyarakat. Pandemi yang masih menjadi tanda tanya besar kapan akan berakhir ini tentu saja akan terus dan harus dihadapi dengan kesabaran dan sikap yang keras untuk mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Awalnya kasus pertama Covid19 muncul, banyak orang di berbagai belahan tanah air tidak akan memperkirakan akan berdampak seburuk saat ini. Namun prediksi itu berbalik menjadi kabar menakutkan karena kian hari jumlah korban positif terkena virus semakin bertambah dan korban semakin banyak berjatuhan.

Tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan manusia, pandemi juga membawa dampak multidimensi pada sistem dan tatanan global. Ekonomi seketika berubah menjadi kacau dan juga banyak perusahaan besar multinasional mengalami kegagalan serta bangkrut.

Namun demikian, dibalik dampak besar yang ditimbulkan pandemi tersebut, hal itu juga membawa berkah tersendiri karena situasi yang mencekam diawal awal pandemi serta anjuran pemerintah untuk melarang warga keluar rumah dirasa cukup efektif untuk semakin merekatkan hubungan keluarga yang kian akrab dan guyub.

Keluarga terbukti menjadi ekosistim terkecil yang mampu mengatasi dampak buruk pandemi karena setiap orang menyadari bahwa dengan kembali ke lingkup terkecil (keluarga) menjadi sangat efektif dalam menjalankan fungsi kontrol dan edukasi kepada semua anggota keluarga mereka.

Hari ini, tepat tanggal 29 Juni 2021, bertepatan dengan pelaksanaan "Hari Keluarga Nasional" atau HARGANAS yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 39 Tahun 2014, momentum ini harus dimanfaatkan guna kembali menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa keluarga sebagai sebuah lingkup masyarakat terkecil yang menjadi kekuatan dan modal utama dalam pembangunan manusia dan bangsa. Keluarga menjadi instrumen yang paling krusial dan sangat penting dalam penciptaan lingkungan kehidupan sosial seseorang yang lebih baik.

Peran penting kepala keluarga dalam hal ini dalam memberikan pendidikan dan pemahaman kepada anak anak selaku anggota keluarga dalam menghadapi situasi pandemi sangat terasa dan harus dioptimalkan. Keluarga yang harmonis dan dinamikanya terjaga terbukti menjadi benteng utama pertahanan dari bencana Covid19 yang kian tidak terkendali dan memunculkan ketakutan akibat semakin berkembangnya virus dengan varian varian barunya.

Selain itu, perayaan Harganas 2021 hendaknya juga menjadi momentum bagi semua keluarga Indonesia untuk kembali bersama sama menjaga diri dan anggota keluarga agar terhindar dari bahaya Covid-19. Satu hal yang penting disadari dalam kondisi saat ini adalah, bahwa keluarga juga adalah institusi pendidikan yang paling efektif dalam memelihara moral dan prilaku setiap anggotanya. Keluarga juga merupakan lingkup pendidikan yang memiliki aspek kedekatan emosional yang sangat penting dalam merawat kelangsungan hidup individu anggotanya.

Adanya ungkapan di tengah masyarakat bahwa sikap dan tindakan yang dilakukan oleh seorang anak merupakan cerminan didikan di dalam lingkungan keluarganya tentu saja tidak bisa dinafikan dan diabaikan begitu saja. Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan dan pola tingkah laku, serta menanam nilai, agama, dan moral sesuai dengan usia dan kultur yang dianut. Untuk itu, peran kepala keluarga (Ayah dan Ibu) dalam mendidik anak sejak dini itu sangatlah penting.

Namun, peran orang tua dalam pembentukan karakter anak tidak bisa berjalan sendiri. Hal itu harus sejalan dengan pendidikan yang ditempuh dan dilalui anak diluar rumah. Selain di lingkungan keluarga, seorang anak juga mendapatkan pendidikan lewat sekolah dan jalur non formal lainnya. Dua hal itu harus sejalan dan terarah karena untuk mencapai suatu tujuan keluarga baik pola pendidikan menjadi kunci pembentukan karakter anak.

Hadirnya pandemi juga telah memberi efek positif pada sisi ketahanan keluarga. Pandemi yang memaksa setiap orang untuk berdiam diri di rumah telah membuat waktu setiap individu dalam keluarga menjadi lebih banyak untuk berinteraksi satu dengan lainnya yang tentu saja semakin meningkatkan kualitas hubungan antar sesama anggota keluarga.

Karena itu, ketahanan keluarga ini menjadi hal yang penting diperhatikan karena semakin baik ketahanannya, maka akan semakin baik cara dan sikap keluarga menghadapi setiap perubahan yang ada. Keakraban yang terjalin dalam keluarga diyakini dapat mencegah Indonesia berada dalam situasi krisis sekaligus memastikan keluarga tetap tangguh.

Selamat Hari Keluarga Nasional tahun 2021, Bangun Komunikasi Akrab antar sesama anggota keluarga untuk Indonesia yang lebih maju dan lebih baik. (*)

Komentar