Kaset VCD/DVD Sebagai Alat Dokumentasi Seni Tradisi Minangkabau

311 hit
Kaset VCD/DVD Sebagai Alat Dokumentasi Seni Tradisi Minangkabau

Abdul Jamil Al Rasyid

Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand 2019

Kemana kaset VCD/ DVD bluray sekarang? Pertanyaan yang paling membekas di benak penulis hingga sekarang, sebab penulis hidup di masa pada saat kaset DVD/VCD bluray masih dipakai untuk menonton. Tahun 2010 an kala itu terjadi sebuah musim/tren tentang kaset karena mengoleksi kaset DVD/VCD ini. Kaset ini merupakan sebuah kebanggan bagi kita yang memilikinya. Penulis masih ingat ketika itu setiap kali ke pasar selalu membeli kaset dan kaset. Lebih baik membeli kaset daripada membeli main-mainan. Kaset ini lebih asyik dinikmati dibandingkan dengan menonton langsung dari tv, menurut penulis alasannya adalah karena didalam kaset tidak ada iklan, misalnya saja menonton film di Stasiun Tv selalu ada iklan, tetapi kaset tidak. Itu adalah alasan sederhana tetapi memiliki pengaruh besar terhadap tontonan seseorang.

Kaset ini sering diperjualbelikan baik untuk anak-anak maupun dewasa selalu membeli kaset. Harga kaset pada saat tahun 2010 sekitar 5000 per kaset. Sudah menjadi bisnis tersendiri bagi penjual kaset itu sendiri. Kaset ini tidak hanya menonton film saja ada juga kaset lagu/musik, kaset Indang, Saluang, Rabab, salawat dulang dan lain-lain.

Kaset juga berperan untuk melakukan dokumentasi seni tradisional, baik di daerah maupun nasional. Dokumentasi ini harus sesuai prosedur, dan alur karena butuh banyak metode agar seni tradisi ini tetap dilestarikan. Ibaratnya sekarang ada youtube, tiktok dan lain sebagainya untuk dokumentasi melalui Handphone.

Misalnya saja ambil satu contoh tentang seni tradisi, indang. Anak indang ini apabila dia latihan dan terus syuting sudah menjadi kebanggaan tersendiri karena siapa yang tidak mau masuk Tv karena dengan kepandaain dia bermain indang. Tolak ukur kesuksesan anak indang biasanya dilihat dari sini apakah dia berhasil syuting dan masuk kaset apa belum? Kadang anak indang belum ada syuting belum diakui bahwa dia merupakan anak indang yang dianggap hebat oleh masyarakat. Begitu juga dengan tukang dikia indang dan pengarang, apabila kita belum syuting maka nama kita belum dikenal luas oleh masyarakat karena kita diundang oleh masyarakat ke tempat acara, yang dilirik tentu berawal dari kaset. Itu adalah contoh penting, begitu besar peran kaset bagi kelayakan sebuah seni tradisional, baik perorangan maupun grup seni itu sendiri.

Kaset sama halnya seperti Youtube sekarang apabila banyak tontonan maka banyak juga pundi-pundi uang yang akan masuk ke kantong baik dari produser maupun grup seni itu sendiri. Sekarang peran tersebut masih ada tetapi diganti dengan Youtube, akan tetapi Youtube tentu harus dilalui syarat-syarat tertentu misalnya memiliki subcribe yang banyak dahulu, baru bisa dikenal dan ditonton oleh masyarakat luas. Tetapi selain itu ada juga syarat lain yang masih menjadi kendala yaitu jaringan. Banyak dari kalangan mahasiswa sekalipun mengeluhkan tentang masalah jaringan ini. Terutama di kampung yang terpelosok, apalagi peminat-peminat seni tradisi ini kebanyakan berasal dari kampung yang notabene orang tua menengah ke atas, tentu mereka kurang paham mengenai teknologi yang serba instan sekarang. Akan tetapi dari segi positif juga bisa kita ambil yaitu grup-grup kesenian tersebut bisa membuat Channel Youtube sendiri agar bisa ditonton khalayak, bisa disyuting sendiri tanpa perlu proses yang panjang, dan tentu dikelola sendiri tanpa ada produser-produser tertentu. Akan tetapi balik lagi, bisakah kita pertanyakan tentang siapa saja penyuka seni tradisi? tentu jawabannya adalah orang yang sudah paham dan benar-benar sudah menjiwai seni tradisi tersebut.

Setelah sepuluh tahun berlalu tentu sekarang dengan mengikuti perkembangan zaman, menurut hemat penulis sejak HP android mulai dikeluarkan maka kaset juga hampir dilupakan. Semakin canggih kemajuan zaman, semakin instan juga perkembangan-perkembangan yang dihasilkan oleh teknologi tersebut. Kita tentu tidak bisa berbohong apabila kita tidak mengikuti perkembangan maka juga kita juga merasa ketinggalan. Kaset juga sudah menjadi arsip tersendiri bagi perkembangan seni tradisi. Pada saat teknologi belum seperti sekarang seni tradisi masih ditampilkan dalam "laga-laga. Laga-laga adalah sebuah lapangan yang digunakan untuk berbagai acara. Di setiap kampung selalu ada laga-laga yang notabene tentu digunakan untuk keperluan acara misalnya sekarang tentu Alek Nagari. Seni tradisi yang tampil tentunya yaitu sastra lisan. Sekarang seni tradisi itu masih ada. Tentu perkembangan teknologi sekarang juga digunakan lapisan masyarakat untuk dokumentasikan tersebut kedalam kaset, seiring perkembangan zaman juga sekarang sudah di dokumentasi ke Youtube. Banyak cara agar seni tradisi tidak punah. Manfaat dari perkembangan teknologi ini tentu banyak juga. Semakin berkembang teknologi tentu anak muda sekarang yang peduli terhadap budaya dan seni tradisi tentu yang paham teknologi akan tergerak hatinya untuk mendokumentasikan seni tradisi yang ada. Tidak hanya generasi muda para kaum tua juga sudah mulai sadar tentang pentingnya untuk transkrip sebuah seni tradisi agar dikenal oleh masyarakat. Apalagi sejak pandemi seakan-akan kehidupan berubah. Semua aspek baik dari segi ekonomi, sosial, politik hingga budaya juga berubah. Maka sangat diperlukan pembaharuan.

Sekarang kaset VCD/DVD sudah mulai dilupakan tetapi kaset ini juga berperan penting bagi kelangsungan seni tradisi, masih ada produser-produser kaset tentang lagu Minang, salawaik dulang, Indang, dan lain sebagainya. Akan tetapi penjualannya tidak seperti dahulu lagi, barangkali dikatakan mati juga tidak, tetapi dari segi penjualan sudah mulai berkurang dan memudar. Balik ke judul masih adakah, tentu masih karena kaset ini masih dijual hingga sekarang. Semakin berkembang teknologi juga sebenarnya berpengaruh terhadap dokumentasi seni tradisi. Mana kita tahu sepuluh tahun lagi ada juga teknologi yang tidak kalah saing dengan yang sekarang. Semua ini tentu bagus untuk perkembangan seni tradisi agar dikenal luas bukan hanya di Minangkabau tetapi membawa seni tradisi Minangkabau mendunia. Misalnya saja dengan youtube bisa diakses oleh seluruh orang di dunia. Berbeda dengan kaset hanya khusus untuk wilayah tertentu saja. Tetapi ini semua digunakan agar seni tradisi yang diwariskan secara turun temurun bisa di dokumentasikan dan diakses di seluruh dunia.(*)

Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand 2019,Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek

Komentar